Biaggi Minta Lorenzo Tak Dihakimi Berlebihan Terkait Insiden di Catalunya
china gzh 2019-06-24

ROMA – Mantan pembalap MotoGP, Max Biaggi, meminta publik untuk tidak terlalu berlebihan menghakimi Jorge Lorenzo terkait kesalahan yang dilakukannya di MotoGP Catalunya 2019. Sebab, Lorenzo sendiri telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf langsung kepada semua pembalap yang terkena dampak dalam insiden tersebut.

Sosok Lorenzo kini memang tengah mendapat sorotan lebih dari publik. Ia menjadi topik perbincangan hangat setelah menjadi penyebab kecelakaan beruntun yang terjadi di MotoGP Catalunya 2019.

Aksi Lorenzo yang memaksa berbelok dari dalam membuatnya harus terjatuh di tikungan 10 lap kedua MotoGP Catalunya 2019. Insiden ini pun membuat tiga pembalap lainnya, yakni Valentino Rossi, Maverick Vinales, dan Andrea Dovizioso, yang kala itu tengah berada di dekatnya turut terjatuh. Keempat pembalap itu akhirnya harus menyudahi lebih dini balapannya.

Kondisi ini tentu saja memicu timbulnya kritik tajam yang terus menghujani Lorenzo seusai balapan digelar. Tetapi, Biaggi merasa hal tersebut tak seharusnya dilakukan. Sebab, Lorenzo sendiri telah meminta maaf baik lewat televisi ataupun secara langsung kepada para pembalap yang menjadi korban.

Sebelumnya

Dengan terus mendapat kritik keras, Biaggi khawatir Lorenzo akan mendapat dampak secara psikis. Alhasil, kariernya pun bakal terpengaruh akibat kondisi ini. Padahal, Lorenzo sendiri dinilai selalu berkelakuan baik saat membalap sebelum insiden tersebut terjadi. Jadi menurut Biaggi, situasi yang kurang mengenakkan saat ini seharusnya tak terjadi.

"Kemalangan Lorenzo di Catalunya melibatkan tiga pembalap yang bisa memperjuangkan kemenangan. Lorenzo menyadari kesalahannya. Dia sudah menyatakan permintaan maafnya langsung di TV dan setelah balapan dia juga pergi meminta maaf kepada semua pembalap yang terlibat,” ujar Biaggi, sebagaimana dikutip dari Tutto Motori Web, Kamis (20/6/2019).

“Sekarang sehubungan dengan apa yang terjadi, saya percaya itu benar untuk menyalahkan, tetapi Anda tidak dapat menghancurkan seorang pembalap yang biasanya tidak melakukan kesalahan ini. Saya ulangi, Anda tidak dapat menghancurkan seorang pembalap yang dalam kariernya telah terbukti benar dan selalu tampil tulus,” tukasnya.

(dji)