Meski Dicekal AS, Huawei Tingkatkan Peringkat dalam Brandz World’s Most Valuable Brands
china gzh 2019-06-24

Meski dalam terpaan masalah dengan pemerintah Amerika Serikat, Huawei justru mampu memperkuat posisinya dalam Indeks Merek Global atau Global Brand Index sekaligus meningkatkan brand value-nya.

Dalam studi tahunan BrandZ’s annual Top 100 Most Valuable Global Brands, yang dipublikasikan oleh WPP’s research arm Kantar, Huawei menempati peringkat ke-47 (naik satu peringkat dari tahun lalu) dengan peningkatan nilai merek (brand value) sebesar delapan persen. Ini adalah tahun keempat berturut-turut Huawei tampil dalam 50 besar.

Inovasi produk yang terus digencarkan seperti sistem kamera canggih pada perangkat Huawei P30 Series serta teknologi smartphone, yang akhirnya berhasil dimasukkan ke dalam smartphone canggih bernama Huawei Mate X telah menarik hati konsumen.

Seperti yang dicatat oleh lembaga analisis terkemuka, IDC,  dalam Worldwide Mobile Device Tracker, Huawei memberikan satu-satunya sorotan dari perspektif vendor yang mencatat pertumbuhan pengiriman lebih dari 50 persen dari tahun ke tahun. Lebih lanjut dikatakan bahwa perusahaan berfokus pada upaya untuk menumbuhkan kualitas dan mutu produknya di dunia perangkat mobile. Lambat laun semakin mengejar ketertinggalanya dengan Samsung dengan menempati serta menguatkan posisi nomor dua.

Menurut IDC, Huawei sekarang memiliki 19 persen pangsa pasar global dalam kategori smartphone dan merupakan satu-satunya vendor ponsel pintar di peringkat teratas yang mengalami peningkatan volume pengiriman sepanjang kuartal pertama 2019.

Huawei berhasil menjadi sorotan dan tren smartphone asal Tiongkok yang sukses secara global dalam bisnis di ranah perangkat untuk consumer. BrandZ melaporkan empat dari sembilan entri terbaru berbasis di China dan sekarang ada 15 perusahaan asal China di 100 besar.

Secara keseluruhan, ada peningkatan tujuh persen dari US$4,4 menjadi US$4,7 triliun dibandingkan laporan tahun lalu, menambahkan total US$328 miliar untuk merek-merek yang tercantum dalam laporan. Untuk tahun ke-13, perusahaan teknologi consumer terus mendominasi peringkat teratas menempati delapan dari sepuluh tempat dengan nilai gabungan lebih dari US$1 triliun.

Kedepannya Huawei juga mencoba untuk terus menghadirkan inovasi. Misalnya, prakarsa 'AI for Good' Huawei menghidupkan tentang bagaimana artificial intelligence dapat menjadi teknologi transformatif ketika diterapkan untuk membantu umat manusia mengatasi tantangan dan meningkatkan peluang hidup.

Proyek terbaru lainnya termasuk menerjemahkan buku ke dalam bahasa isyarat untuk anak-anak tuli, membaca ekspresi wajah untuk orang buta dan mendiagnosis gangguan penglihatan pada tahap yang cukup dini untuk perawatan yang efektif. [Hlm/timBX]