2019, Pendapatan Video Game Dunia Tembus Rp2.000 Triliun
china gzh 2019-06-24

VIVA – Pasar game elektronik (video game) global dan diprediksi akan tumbuh menjadi US$152,1 miliar atau sekitar (Rp2.126 triliun) pada 2019, atau naik 9,6 persen dibandingkan tahun lalu.

Menurut sebuah laporan oleh perusahaan analis game Newzoo, hal ini dikarenakan game telah berubah menjadi konten dan media komunikasi.

“Ini merupakan konvergensi lengkap dari berbagai bentuk hiburan digital yang datang bersamaan," ujar Kepala Eksekutif Newzoo, Peter Warman, seperti dikutip ZDNet, Kamis, 20 Juni 2019.

Ia mengungkapkan, ketika game online dapat diakses di mana pun dan kapan pun, memungkinkannya berubah sebagai alat konektivitas. Hal tersebut memungkinkan pemain untuk mengobrol dengan teman dan bertemu orang baru.

Pengembang game terkenal, Fortnite, yaitu Epic Games Inc., percaya pada game sebagai platform komunikasi.

Facebook Inc., meluncurkan game-nya sendiri melalui aplikasi Facebook, WhatsApp, dan Messenger, seperti WeChat Tencent Holding Ltd di China.

Pada 5 Juni 2019, pengembang Words With Friends Zynga Inc., meluncurkan game battle royale baru secara eksklusif di platform game baru Snap Inc., yang merupakan rumah dari aplikasi perpesanan Snapchat.

Tahun ini Amerika Serikat akan menyalip China untuk pasar game terbesar dengan pendapatan sebesar US$36,9 miliar (Rp516,1 triliun) versus US$36,5 miliar (China/Rp510,4 triliun), atau perbandingan pendapatannya US$ 400 juta (Rp5,68 triliun).

Hal ini dikarenakan pertumbuhan game yang menghibur dan adanya pengaruh Fortnite di AS serta dari pemblokiran yang dilakukan pemerintah sebelumnya pada game baru dari China.

Perusahaan-perusahaan Jepang juga memunculkan kembali game-game lama, sebagian karena nostalgia untuk game retro.

Misalnya, perbaikan Final Fantasy VII, yang awalnya dirilis pada 1997 oleh Square Enix Holdings Co Ltd Jepang, diharapkan akan dirilis tahun depan.

Berdasarkan pendapatan, Nintendo Co Ltd dan Bandai Namco Holdings Inc., pengembang game Pac-Man klasik, berada di peringkat ke-9 dan ke-10 di daftar Newzoo dari perusahaan game publik teratas.

"Butuh waktu lama tetapi mereka kembali," ujar Warman, setelah beberapa developer Jepang lambat untuk merangkul game mobile dan mengubah model bisnis dari game berbayar ke free-to-play.

Berdasarkan laporan, game mobile pada smartphone dan tablet versus PC dan game konsol, tetap menjadi platform terbesar, yang menghasilkan US$68,5 miliar (Rp958 triliun), atau sebanyak 45 persen dari pasar global.

Newzoo melakukan survei terhadap lebih dari 62.500 responden undangan mulai dari Februari hingga Maret 2019 di 30 negara, di antara sumber data lainnya. Ini merupakan laporan tahunan ke-9 perusahaan tersebut.

Laporan ini tidak termasuk pendapatan dari eSports, ataupun kompetisi resmi video game. Newzoo melaporkan bahwa pada bulan Februari pendapatan eSports global akan mencapai US$1,1 miliar (Rp154 triliun) pada tahun ini.