Sawah yang Terendam Banjir di Sultra Tak Terdaftar Asuransi
china gzh 2019-08-05

Staf Unit Teknik Jasindo Kendari Ainul Anugrah (kanan) saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/6/2019).

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Cabang Kendari menegaskan luasan lahan sawah yang terdampak banjir di sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak terdaftar dalam asuransi Jasindo.

“Tidak ada sama sekali kelompok tani yang terdaftar, sehingga ketika ada dampak banjir yang mengakibatkan gagal panen tidak bisa kami cover,” ungkap Staf Unit Teknik Jasindo Kendari Ainul Anugrah di ruang kerjanya, Kamis (20/6/2019).


Padahal, kata Ainul, ketika sawah yang terdampak banjir terdaftar sebagai peserta asuransi Jasindo, maka kelompok tani berhak mendapatkan klaim per hektar sawah sebesar Rp6 juta.

Ainul pun mengakui sepanjang 2019 ini untuk musim tanam pertama, kelompok tani yang mengasuransikan lahan padinya hanya Kabupaten Konsel sebanyak 180 hektar. Itu pun masa asuransi sudah berakhir sebelum musibah banjir.

Ia juga menyebutkan, khusus untuk Kabupaten Konawe tahun ini harusnya ada 60 ribu hektar sawah yang didaftarkan, namun karena persyaratan administrasi belum lengkap, maka pihak asuransi Jasindo belum dapat menerbitkan kepesertaannya.

“Sebenanya untuk proses permohonan cepat, tidak lama sekitar satu bulan bisa diterbitkan, dan proses klaim pun apabila terjadi bencana atau gagal panen sekitar tujuh hari kerja,” jelas Ainul.

Data Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra per Kamis (20/6/2019), lahan sawah yang terdampak banjir di Sultra seluas 10.498 hektar.

Kepala Distanak Sultra Muhammad Nasir mengatakan, apabila dikonversi ke hasil produksi, 10.498 hektar tersebut dapat menghasilkan 41.992 ton gabah dengan nilai Rp167,9 miliar.

Penyebaran luas lahan padi yang terdampak banjir yakni Kabupaten Konawe 7.290 hektar, Kolaka Timur (Koltim) 1.216 hektar, Konawe Utara (Konut) 970 hektar, Kolaka 61 hektar, Konawe Selatan (Konsel) 675 hektar, Kendari 21 hektar, dan Bombana 265 hektar.

Apabila lahan yang berpotensi puso sebesar 10.498 hektar itu dikalikan dengan besaran klaim asuransi maka totalnya ada Rp62,9 miliar. (a)


Reporter: Ilham Surahmin
Editor: Jumriati