Potensi pasien kanker untuk berobat di Indonesia masih tinggi
china gzh 2019-07-11

ILUSTRASI. Investasi Pusat Pelayanan Kesehatan TE Asia Healthcare

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Potensi pasien kanker untuk berobat di Indonesia masih tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Sam Lee Commisioning Manager TE Asia Healthcare. “Persentase ini (yang berobat ke luar negeri) masih kecil dengan pasien kanker yang memang masih berobat di Indonesia,” ungkapnya kepada Kontan.co.id (10/7).

Menurutnya, potensi ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk dunia kesehatan tanah air, salah satunya dengan adopsi teknologi. “Kita bisa bawa alat yang seperti itu (maju), kita bisa bawa ilmu, kita investasi. Jadi pasien yang ingin ke luar negeri bisa stay di Indonesia,” ujar dia.

Untuk diketahui, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia berada di angka 136.2 per 100.000 penduduk, berada pada urutan 8 di Asia Tenggara dan urutan 23 di Asia. Prevalensi penderita kanker di Indonesia pada tahun 2018 berada di angka 1.8% per mil.

“Dengan prevalensi 1,8% permil jadi perkiraannya ada sekitar 475 ribu kasus kanker baru setiap tahunnya,” ujar Diana Pratanto selaku Project Consultant TE Asia Healthcare Partners.

Meski demikian, Minimnya tenaga medis jadi tantangan tersendiri bagi TE Asia Healthcare untuk melakukan ekspansi ke daerah lain. "Chalenge kita adalah tenaga dokter, ketersediaan tenaga paramedisnya. Jadi dokter spesialis kanker di Indonesia itu masih sangat sedikit,” ujarnya.

Ia memberi contoh tenaga dokter radioterapi yang hanya berjumlah 90 orang di seluruh Indonesia. Masalah ini diperparah dengan persebaran tenaga medis yang tidak merata. “Mereka banyak berfokus di Pulau Jawa,” terang Diana.

Saat ini, TE Asia Healthcare sudah memiliki tiga cabang di Hong Kong, satu cabang di Filipina, satu cabang di Malaysia, dan satu cabang di Vietnam. Untuk di Indonesia sendiri, TE Asia Healthcare telah membuka satu cabang di Surabaya.

Pada November 2017, TE Asia Healthcare bekerja sama dengan Rumah Sakit Adi Husada Surabaya membuka Adi Husana Cancer Center (AHCC) atau pusat pelayanan kanker terpadu.

Selain pengobatan kanker,perusahaan yang berbasis di Singapura ini juga membuka pelayanan untuk deteksi kanker sejak dini. “Kita juga melakukan screening , bukan cuma focus ke orang yang sakit kanker saja,” ungkap Lee.

Lee mengatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah biaya pengobatan di klinik TE Asia Healthcare . Yang pertama adalah tergantung dari jenis kankernya. Kemudian tergantung dari jenis obat yang dipakai. Terakhir tergantung dari level/stadium kanker si pasien.

”Stadium I dan Stadium II mungkin setelah pembedahan dan kemo sudah selesai, tetapi untuk Stadium III dan Stadiun IV mungkin sudah tidak bisa pembedahan lagi,” ungkap Pria asal Singapura ini.


Reporter: Akhmad Suryahadi
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan