News | Nasib Metro Mini yang 'Dibunuh' Perlahan-lahan
china gzh 2019-06-26
Penumpang berada di dalam bus Metro Mini di Terminal Blok M, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Kondisi moda transportasi umum Metro Mini dan Kopaja sudah semakin terpinggirkan. Seperti di terminal Blok M yang awalnya mencapai 250 bus, saat ini hanya sekitar 20 bus saja. Polemik yang pertama yaitu pilihan moda transportasi yang beragam seperti bus Transjakarta, Minitrans serta Metrotrans, dan yang kedua tidak diperbolehkannya lagi pengujian kir untuk bus metro mini. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Bus Metro Mini di Terminal Blok M, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Kondisi moda transportasi umum Metro Mini dan Kopaja sudah semakin terpinggirkan. Seperti di terminal Blok M yang awalnya mencapai 250 bus, saat ini hanya sekitar 20 bus saja. Polemik yang pertama yaitu pilihan moda transportasi yang beragam seperti bus Transjakarta, Minitrans serta Metrotrans, dan yang kedua tidak diperbolehkannya lagi pengujian kir untuk bus metro mini. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Penumpang saat akan menaiki bus Kopaja di Terminal Blok M, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Kondisi moda transportasi umum Metro Mini dan Kopaja sudah semakin terpinggirkan. Seperti di terminal Blok M yang awalnya mencapai 250 bus, saat ini hanya sekitar 20 bus saja. Polemik yang pertama yaitu pilihan moda transportasi yang beragam seperti bus Transjakarta, Minitrans serta Metrotrans, dan yang kedua tidak diperbolehkannya lagi pengujian kir untuk bus metro mini. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Penumpang berada di dalam bus Metro Mini di Terminal Blok M, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Kondisi moda transportasi umum Metro Mini dan Kopaja sudah semakin terpinggirkan. Seperti di terminal Blok M yang awalnya mencapai 250 bus, saat ini hanya sekitar 20 bus saja. Polemik yang pertama yaitu pilihan moda transportasi yang beragam seperti bus Transjakarta, Minitrans serta Metrotrans, dan yang kedua tidak diperbolehkannya lagi pengujian kir untuk bus metro mini. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Aktivitas warga di Terminal Blok M, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Kondisi moda transportasi umum Metro Mini dan Kopaja sudah semakin terpinggirkan. Seperti di terminal Blok M yang awalnya mencapai 250 bus, saat ini hanya sekitar 20 bus saja. Polemik yang pertama yaitu pilihan moda transportasi yang beragam seperti bus Transjakarta, Minitrans serta Metrotrans, dan yang kedua tidak diperbolehkannya lagi pengujian kir untuk bus metro mini. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Warga melintas diantara bus Metro Mini di Terminal Blok M, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Kondisi moda transportasi umum Metro Mini dan Kopaja sudah semakin terpinggirkan. Seperti di terminal Blok M yang awalnya mencapai 250 bus, saat ini hanya sekitar 20 bus saja. Polemik yang pertama yaitu pilihan moda transportasi yang beragam seperti bus Transjakarta, Minitrans serta Metrotrans, dan yang kedua tidak diperbolehkannya lagi pengujian kir untuk bus metro mini. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Sopir bus Metro Mini yang sedang menunggu penumpang di Terminal Blok M, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Kondisi moda transportasi umum Metro Mini dan Kopaja sudah semakin terpinggirkan. Seperti di terminal Blok M yang awalnya mencapai 250 bus, saat ini hanya sekitar 20 bus saja. Polemik yang pertama yaitu pilihan moda transportasi yang beragam seperti bus Transjakarta, Minitrans serta Metrotrans, dan yang kedua tidak diperbolehkannya lagi pengujian kir untuk bus metro mini. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Bus Metrotrans yang melintas di Terminal Blok M, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Kondisi moda transportasi umum Metro Mini dan Kopaja sudah semakin terpinggirkan. Seperti di terminal Blok M yang awalnya mencapai 250 bus, saat ini hanya sekitar 20 bus saja. Polemik yang pertama yaitu pilihan moda transportasi yang beragam seperti bus Transjakarta, Minitrans serta Metrotrans, dan yang kedua tidak diperbolehkannya lagi pengujian kir untuk bus metro mini. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Calon penumpang yang sedang menunggu bus di Terminal Blok M, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Kondisi moda transportasi umum Metro Mini dan Kopaja sudah semakin terpinggirkan. Seperti di terminal Blok M yang awalnya mencapai 250 bus, saat ini hanya sekitar 20 bus saja. Polemik yang pertama yaitu pilihan moda transportasi yang beragam seperti bus Transjakarta, Minitrans serta Metrotrans, dan yang kedua tidak diperbolehkannya lagi pengujian kir untuk bus metro mini. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Penumpang berada di dalam bus Kopaja di Terminal Blok M, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Kondisi moda transportasi umum Metro Mini dan Kopaja sudah semakin terpinggirkan. Seperti di terminal Blok M yang awalnya mencapai 250 bus, saat ini hanya sekitar 20 bus saja. Polemik yang pertama yaitu pilihan moda transportasi yang beragam seperti bus Transjakarta, Minitrans serta Metrotrans, dan yang kedua tidak diperbolehkannya lagi pengujian kir untuk bus metro mini. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Sopir bus Metro Mini yang sedang menunggu penumpang di Terminal Blok M, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Kondisi moda transportasi umum Metro Mini dan Kopaja sudah semakin terpinggirkan. Seperti di terminal Blok M yang awalnya mencapai 250 bus, saat ini hanya sekitar 20 bus saja. Polemik yang pertama yaitu pilihan moda transportasi yang beragam seperti bus Transjakarta, Minitrans serta Metrotrans, dan yang kedua tidak diperbolehkannya lagi pengujian kir untuk bus metro mini. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo
Warga melintas diantara bus Metro Mini di Terminal Blok M, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Kondisi moda transportasi umum Metro Mini dan Kopaja sudah semakin terpinggirkan. Seperti di terminal Blok M yang awalnya mencapai 250 bus, saat ini hanya sekitar 20 bus saja. Polemik yang pertama yaitu pilihan moda transportasi yang beragam seperti bus Transjakarta, Minitrans serta Metrotrans, dan yang kedua tidak diperbolehkannya lagi pengujian kir untuk bus metro mini. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo