Kelainan Detak Jantung Bisa Bantu Diatasi dengan Cara Hidup Sehat
china gzh 2019-06-24

Bagi penderita kelainan detak jantung atau aritma, menjalani pola hidup sehat tidak hanya dapat mencegah, tapi juga bisa membantu mengobati kondisi ini. Selain kesehatan fisik, cara hidup sehat yang dijalani pengidap aritmia, juga harus mencakup kesehatan psikologis.

Jika mengalami aritmia, maka Anda harus menghindari hal-hal yang dapat memperparah kondisi tersebut, seperti kurang tidur dan konsumsi alkohol. Memang, mengubah gaya hidup tidak bisa dilakukan dengan instan dan butuh usaha keras. Namun demi kesehatan, perubahan ini tentu sepadan untuk dijalani.

[[artikel-terkait]]

Cara hidup sehat dengan menjaga asupan makanan dan minuman

Mengonsumsi makanan yang bergizi, tentu sudah menjadi bagian dari cara hidup sehat untuk penderita aritmia. Namun, semua itu tentu harus tetap diimbangi dengan hal-hal berikut ini:

1. Olahraga teratur

Olahraga penting untuk kesehatan jantung. Sehingga, meski mengalami kelainan ritme detak jantung, Anda tetap dapat melakukan aktivitas fisik tersebut. Hanya saja, Anda tetap perlu memilih olahraga yang tepat sesuai kondisi ini.

Olahraga seperti yoga dan kardio, lebih disarankan dibandingkan dengan angkat beban. Angkat beban dapat memberikan tekanan berlebih pada jantung.

Selain itu, hindari juga olahraga yang dapat memicu keluarnya adrenalin berlebih. Sebab, pada beberapa kasus, adrenalin dapat memperparah aritmia. Diskusikan dengan dokter, untuk mengetahui jenis olahraga yang paling tepat sesuai kondisi Anda.

2. Hindari alkohol

Kebiasaan mengonsumsi alkohol berlebih, dapat menyebabkan seseorang terkena aritmia, meski sebelumnya tidak pernah mengalami gejala dan tubuhnya dirasa sehat. Agar jantung kembali sehat dan untuk mencegah kekambuhan, kebiasaan tersebut harus segera dihentikan.

3. Batasi konsumsi kafeina

Kafeina dapat memicu timbulnya aritmia. Kafeina dalam hal ini, selain terdapat dalam kopi, tapi juga bisa ditemui pada minuman lain. Misalnya, minuman penambah energi yang banyak beredar dalam kemasan kaleng.

Bahkan, kandungan kafeina dalam minuman kaleng tersebut, umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan kopi. Sehingga, menghindarinya adalah salah satu cara hidup sehat yang bisa dilakukan bagi penderita aritmia.

4. Mencapai berat badan ideal

Memiliki berat badan berlebih memang erat kaitannya dengan gangguan pada jantung, termasuk aritmia. Sehingga, sudah bukan rahasia lagi, jika mencapai berat badan ideal bisa mengurangi risiko Anda terkena kondisi ini.

Namun, saat mencoba menurunkan berat badan, lakukanlah dengan cara yang sehat. Jangan gunakan cara instan seperti minum pil atau obat yang tidak jelas kegunaannya. Beberapa pil penurun berat badan, bahkan berisiko menimbulkan serangan jantung .

Cara hidup sehat secara fisik dan mental

Untuk mendampingi pola makan sehat dan olahraga, kondisi mental yang baik juga penting untuk dicapai. Sebuah penelitian menyebutkan, risiko seseorang mengalami articular fibrillation, salah satu jenis dari aritmia, bisa turun hingga 85% saat sedang merasa bahagia.

Sebaliknya, kondisi seperti stres, sedih, marah, dan gangguan kecemasan, sering berkaitan dengan kemunculan kondisi ini. Yoga, sebagai olahraga yang baik untuk kondisi mental, juga dipercaya bisa menurunkan risiko articular fibrillation hingga 24%.

Selain itu, tidur yang cukup pun bisa membantu mencegah aritmia, dengan mengurani stres dan membantu Anda menurunkan berat badan. Tidur yang cukup, selama 7-9 jam per hari, juga akan mencegah rasa lelah berlebih, yang terkadang dapat memicu timbulnya kondisi ini.

Di samping menjalani cara hidup sehat, pengidap aritmia juga perlu rutin memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi dan deteksi dini gangguan lain yang mungkin muncul.