Peternak Kawinsilangkan Domba Garut Dengan Dorper Australia
china gzh 2019-06-27

Aep Hendy S

PT Agro Investama, Malangbong Garut, mencari terobosan baru untuk dapat menghasilkan bibit domba unggulan yakni dengan cara melakukan perkawinan silang antara indukan domba Garut dnegan domba dorper Australia.

PETERNAK domba Kabupaten Garut terus melakukan berbagai upaya untuk dapat menghasilkan bibit domba unggulan. Salah satu upayanya yakni dengan cara cross breed atau kawin silang antara indukan lokal domba Garut dengan domba dorper Australia.

"Kita terus berupaya mencari cara bagaimana bisa menghasilkan bibit domba unggulan. Kita coba mengawin silangkan indukan domba lokal Garut dengan domba dorper Australia yang ternyata bisa menghasilkan domba unggulan dengan bobot yang lebih besar," ujar Ketua Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Jawa Barat, Yudi Guntara Noor kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy di PT Agro Investama, Malangbong, Selasa (25/6/2019).

Ia menyebutkan, banyak keunggulan yang didapatkan dengan cara melakukan perkawinan silang tersebut. Cara ini ternyata menghasilkan bibit yang lebih produktif dan berat badan domba pun bisa lebih besar dari ukuran domba lokal.

Menurut Yudi, domba pedaging lokal selama ini memang sudah cukup bagus. Namun ternyata produktivitasnya bisa lebih meningkat dengan cara crossing domba unggulan yang pertumbuhan berat badannya bisa lebih cepat terutama di daging.

Yudi mengakui, selama ini para peternak masih mengeluhkan soal pembibitan. Pihaknya pun berupaya melakukan terobosan baru dengan cara mencari bibit bakalan dengan membiakan cross breed.

"Masalah bibit pun bisa diselesaikan dengan perkawinan silang ini. Selain itu harganya dagingnya pun bisa lebih tinggi dari yang lokal yakni bisa mencapai Rp 100 ribu per kilogram," katanya.

Yudi menyamapikan, untuk tahap pertama program ini ada bantuan 200 ekor bibit ke peternak. Hanya permasalahan yang timbul saat ini adalah pada pembiayaan karena jika peternak menggunakan sistem kredit biasa, hal itu akan sulit.

Oleh karenanya, Yudi mengaku tengah berupaya mencari solusi lain. Salah satunya melalui dana CSR dari perusahaan-perusahaan agar pembiayaan pembiakan ini bisa berjalan dengan baik.

Dari data yang ada saat ini, populasi domba di Jawa Barat mencapai 10 juta. Namun kondisi di lapangan saat ini dirasa sulit mencari domba, ditambah harganya yang mahal.

Hal inilah menurutnya yang menjadi salah satu alasan kenapa pihaknya memilih melakukan cara perkawinan silang ini karena dianggap sebagi sebuah peluang yang sangat baik guna menghasilkan domba unggulan dengan harga yang bagus.

Sementara itu Koordinator Staf Khusus Presiden yang juga pembina HPDKI, Teten Masduki menyampaikan cross breed yang dilakukan bisa menyelesaikan masalah penyediaan bibit unggul. Apalagi domba hasil persilangan itu bisa mencapai bobot 37 sampai 40 kilogram dalam umur tujuh bulan.

"Bobotnya ini lebih bagus dibandingkan dengan domba lokal. Memang ada domba Garut yang bobotnya bisa mencapai 80 kilogram tapi itu hanya domba pejantan," ucap Teten.
 
Teten menilai sistem cross breed yang dilakukan ini bisa jadi bagian proses pembenahan bibit di hulu. Eksperimen yang dilakukan tersebut harus dilihat pemerintah agar bisa disebarluaskan.

Editor: Brilliant Awal